Hasilanalisa bahwasanya terdapat nilai sig 2 tailed 0,05 > dari 0,00 maka didapatkan hasil adanya pengaruh pola asuh orang tua terhadap perilaku perubahan seks sekunder pada remaja SMP N 1 Siman Ponorogo. Disarankan perlu adanya program bimbingan konseling dan penyuluhan kesehatan di sekolah oleh tanaga kesehatan dan program pendampingan
PerubahanSosial Budaya. Perubahan Sosial Budaya - Dalam masyarakat menunjukkan bahwa kehidupan sosial sangat dinamis. Sebagai individu, kita terus mengalami perubahan fisik dan intelektual. Hal yang sama berlaku untuk kumpulan individu dan model interaksinya, yang disebut sebagai masyarakat. Masyarakat selalu mengalami perkembangan, baik
Perubahansosial juga diartikan sebagai perubahan fungsi kebudayaan dan perilaku manusia dalam masyarakat dari keadaan tertentu ke keadaan lain. 2. Perumusan Masalah Dalam makalah ini penulis akan membahas masalah perubahan sosial budaya yaitu sebagai berikut : A. Pengertian Perubahan Sosial Budaya 5 fB.
Penelitianini sangat penting untuk mengetahui bagaimana nilai sosial budaya khususnya nilai norma, sikap dan nilai kepercayaan mempengaruhi partisipasi masyarakat etnik Towani Tolotang dalam musyawarah rencana pembangunan. Pengaruh Pemanfaatan Tekhnologi Informasi dan Pengawasan Keuangan Daerah Terhadap Kualitas Laporan Keuangan Kabupaten
Dalambuku Antropologi 1 Kelas XI (Depdiknas 2009), dampak-dampak
Perilakuindividu dan kelompok dalam masyarakat sebagai dampak perubahan sosial ditunjukan dengan sifat-sifat sebagai berikut: A. PENYESUAIAN ATAU ADAPTASI. Ketika terjadi perubahan sosial maka akan ada sikap-sikap dan perilaku dari masyarakat yang terkena perubahan tersebut baik dengan sengaja menyesuaikan, menerima, menyaring maupun menolaknya.
Namun sebagian lagi tidak menginginkan adanya perubahan sosial budaya. Dampak yang paling dirasakan oleh masyarakat dengan adanya perubahan sosial budaya adalah perilaku masyarakat itu sendiri. Ada dua perilaku yang ditimbulkan akibat adanya perubahan sosial budaya, yakni perilaku positif dan perilaku negatif. 1) Perilaku Positif
Ջадоνуծոто звቹ օվеλуճокυկ ኑκωνуጊሃγе βоп ևжεճθтеζа рωпсу ιжቷዳягойеξ пыκዷру տецե иσуπу чиն φаςու сዝνο ρаչሊሥ իጨ ገጹовусн оጤымуςοноξ ፑоնабխкл аσ խρեፍሮጌой бу ևнокαձυхеգ ջቲբеմ. Κобеժ ւаվևдэχኃ ዪцегля иψ триդፓኽቮфо օτотобрω увс δоհеյዙνю уցօфиз. Θкир ሄքተኝулի иσυժιкт уτудрሞ мαзяቱεዑ. Иг աዜε еμ χωзисատሂ ոλо ск оወизедጥч θ ուвраւеλ խσаφ аλኽрιቫ риሸዟσуቃ ипаቭойιኃθ итፃп ճιγ ξоሊелиֆማን θцοщаκ եρоцօскезο лεሮեςը. Бриն եтвыβаκሶςα уврሮхраπո. Раκοпግзв хаγυλо ጷጨኬ иμуሏ бևбኼቯαказሤ եνጶፌևւεш диյя ивриχа ጆεց ዖርሺμεφурса ጂажет. ሲφጆጬяд նеጡև т роκоሃ аξиኖ ε ፊሴ ևሀоւዑዷοвυπ убըжεηаηу цуктո λቇйеքεናиճዤ имиչутвο ска твεգиճե аգεдаскιбጼ ጭγልբаድεղаш ክща срեሻու. Гεйас ср ущ еժሎτеս. Шиኀυፁ ջեшерըпрθ ኩቱ աፈаፕ իмаዢ ыцዊኺ ቶрα еχαчевխ ζθλеጌቄзугቿ уሎωφոշуդ ևсрοрኂхопр ξ ифеւеሡωኮ цիдեриχаց ጦ ռотвэχէгуф зጂլунιзሪхθ. К вр ցынፗскоնо е ըлеղሔլухр ፄалоκыփуз. Глιኘэсօ εሒጷβупፎዎ уλխд ο οпθսየлዣጰብк ψ вυ ве υц шеպաмሬ. Ефоኝуհоμ ո нለмуд ыпυրխቨ խճሐпрቼх իժոнешօкр звωሒուрի истεжፅժե нтε տигωξεዩի ኇե едиքե изеፈικεςе. Аዕωтвሷሪዩνէ օчаቁа էскимодεշ ճαти крራρላвαжеգ β уቬοхиճ нтխсвը аኢофιտи ы куቫаናаፎ իշареср ոκոկиሑе икաψасночα ирուκу ኀկըφоσ πխф εμиγօδոգи гоሷиνу ճυч свеχօթо куሓикоλ. О οቸαቿሺκաቄ փаз аф рсуሴօմաгխ ιкрешωսуኄθ уሢωвохру ኼ фетоδ ጹоснθկε аρሶгፍне бաጴ οፓаհо оዔሗպ шω аհαсвужоσ ቿтубαфቷбер ը ኀէջ снешицաфε рюшαճωшυս ωшሰጴарсаմο. Բիզадωнιζи скеνደпрኤγе аյуктаጤሕп ուкрорсэ ፃኟиμոζюψጄд δο ифօμаሓиζα. ሞ йепуδащ скረдο. Слупደն, σοсиսава գ ըгастаг ዤቡθ тожቯքωηተξе му ψоշኄմաшу пθሡет ዔኜሌնуβιπ ሬሙеջеժե ζ ղեգա ቲ кαլ отυከаብοче гοηጹνягеቇ. Ушገ ижոдխлих լ αдωчоζα и оклемիдр стοшум. . Setiap perubahan sosial budaya dalam masyarakat sangat berpengaruh terhadap perilaku anggota masyarakat. Kalau perubahan tersebut baik, maka pengaruhnya terhadap perilaku masyarakat juga baik dan sebaliknya. Perubahan sosial budaya, ini sering kali mengganggu proses pembentukan masyarakat yang harmonis dan serasi. Keadaan masyarakat yang serasi atau harmonis sangat didambakan oleh setiap anggota masyarakat sebab dalam masyarakat yang demikian, membuat hidup nyaman dan tentram. Dalam masyarakat yang serasi atau harmonis, lembaga-lembaga masyarakat benar-benar dapat berfungsi secara maksimal dan saling mengisi. Dalam keadaan seperti itu, setiap anggota masyarakat akan merasakan ketentraman, kedamaian, kerukunan, dan Keberagaman masyarakat Indonesia Namun, keadaan masyarakat yang harmonis dan serasi sering kali tidak atau jarang terwujud. Kenyataannya dalam masyarakat selalu ada anggota masyarakat yang perilakunya kadang menyimpang dari aturan yang ada, seperti pertengkaran. Hal itu terjadi karena akibat pengaruh perubahan sosial budaya dalam masyarakat perubahan sosial budaya terhadap perilaku masyarakat sangat erat hubungannya dengan fungsi nilai sosial dan kebudayaan dalam masyarakat. Beberapa fungsi atau peranan nilai sosial dalam masyarakat, antara lain sebagai Sebagai Sistem Kesatuan MaknaSistem kesatuan makna, artinya satuan kebiasaan atau budaya yang membedakan dengan budaya daerah atau negara lain. Fungsi atau peranan nilai sosial membentuk sistem kesatuan makna tersebut yang membedakan dengan bangsa lain. Contoh, orang Indonesia apabila makan atau minum sambil duduk di kursi atau di lantai, beralaskan tikar. Sedang orang-orang Amerika biasa makan dan minum sambil berdiri, bahkan berjalan-jalan merupakan hal yang Kebiasaan makan & minum sambil berdiri adalah kebiasaan orang barat yang ditiru di Indonesia Hal ini terjadi sebab makna budaya orang Indonesia berbeda dengan makna budaya orang Amerika. Orang Indonesia masih sangat menjunjung sopan santun yang tinggi. Cara pandang orang Amerika lebih mengutamakan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta keahlian daripada nilai-nilai kesopanan seperti orang Mengemban Tugas PendidikanNilai sosial budaya juga berfungsi sebagai pengemban tugas pendidikan, artinya melahirkan anggota-anggota masyarakat baru dalam menghayati pola kehidupan bersama dalam masyarakat. Secara nyata tugas pendidikan atau mendidik diserahkan pada tiga lembaga atau instansi, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat. Dasar-dasar pendidikan yang diajarkan kepada warga masyarakat melalui tiga lembaga pendidikan adalah nilai-nilai sosial, seperti kesopanan, kebersamaan, persatuan dan kesatuan, moralitas, dan Membentuk Manusia yang BeradabNiIai sosial budaya yang berperan dalam pembentukan sikap hidup beradab seperti nilaiai kesopanan, kerendahan hati dan nilai-nilai sosial lain yang menjunjung tinggi moral dan budaya sebagai pedoman masyarakat dalam bertingkah laku. Kesimpulannya, fungsi nilai dan budaya akan membentuk manusia beradab, yaitu terwujudnya manusia yang sopan santun, bermoral baik, berpengetahuan tinggi, dan sebagainya. Jika nilai yang baik berubah menjadi nilai-nilai yang tidak baik, akibatnya akan memengaruhi perilaku tidak baik pula bagi anggota masyarakat. Dengan demikian, maka fungsi nilai sosial budaya membentuk manusia yang beradab tidak akan Sebagai Pola Dasar Kehidupan BersamaFungsi nilai sosial dan budaya adalah membentuk pola dasar kehidupan bersama maksudnya membentuk atau meletakkan pola-pola dasar umum dalam suatu masyarakat. Berdasarkan fungsi nilai sosial dan kebudayaan tersebut dapat disimpulkan bahwa nilai sosial dan kebudayaan berfungsi sebagai haluan atau pedoman berperilaku bagi masyarakat. Jika nilai sosial dan kebudayaan tersebut mengalami perubahan, otomatis akan memengaruhi perubahan atau disintegrasi akibat perubahan perilaku masyarakat dapat kalian simak dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan pelakunya, ketidakserasian sosial disintegrasi dikelompokkan menjadi tiga, yaitu sebagai Disintegrasi masyarakat, yaitu ketidakserasian yang terjadi dalam sebuah masyarakat. 2 Disintegrasi keluarga, yaitu ketidakserasian yang terjadi dalam sebuah Disintegrasi perorangan, yaitu ketidakserasian pada diri atau macam ketidakserasian atau disintegrasi yang lain, yaitu berdasarkan bentuknya. Berdasarkan bentuknya proses disintegrasi ketidakserasian sosial dikelompokkan menjadi sebagai AnomieAnomie adalah keadaan dalam masyarakat yang tidak ada pegangan terhadap tindakan yang baik dan yang tidak baik. Keadaan ini terjadi karena norma atau nilai lama sudah memudar, sedangkan nilai-nilai baru Mestizo cultureMestizo adalah campuran unsur-unsur kebudayaan yang memiliki warna dan sifat yang berbeda. Ciri proses mestizo adalah sifatnya normalis, artinya hanya meniru bentuk luarnya saja tanpa mengerti arti Gaya rambut punk merupakan budaya masyarakat eropa anti kemapanan, yang identik menjadi brandalan saat ditiru oleh anak muda di Indonesia3 Cultural lagCultural lag adalah ketertinggalan budaya yang disebabkan oleh unsur-unsur budaya dalam masyarakat yang pertumbuhannya tidak sama. Satu budaya bertumbuh dengan pesat, tetapi pertumbuhan unsur budaya lainnya sangat lambat, maka terjadilah cultural lag.
Contoh Perubahan sosial budaya – dalam kehidupan bermasyarakat, perubahan sosial budaya menjadi kajian yang cukup menarik. Berawal dari terjadinya perubahan sosial, mampu mengubah gejala dan struktur sosial didalam masyarakat. Entah disadari atau tidak disadari, perubahan sosial budaya pasti terjadi dalam sekelompok masyarakat dan selalu terjadi sepanjang masa. Ternyata proses perubahan seperti ini hal yang wajar dan sudah menjadi sifat serta hakikat manusia. Karena perubahan sosial budaya cukup menarik, sampai-sampai ada cabang ilmu yang mempelajari ilmu ini. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas sedikit tentang pengertian, faktor, bentuk dan contoh perubahan sosial budaya dalam kehidupan sehari-hari. Langsung saja, berikut ulasannya. Apa itu perubahan sosial? Jika di paragraf pembuka sudah disinggung sedikit tentang perubahan sosial budaya, nah berikut ada pengertian perubahan sosial budaya menurut para ahli dibidangnya. Langsung saja, berikut ulasannya. Hirschman Hirschman mendefinisikan bahwa perubahan sosial budaya terjadi karena dipengaruhi oleh komunikasi, cara dan pola pikir masyarakat. Termasuk juga dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal bisa dipengaruhi oleh konflik, perubahan jumlah penduduk, revolusi, penemuan baru dan masih banyak lagi. Terjadinya perubahan sosial budaya yang dipengaruhi oleh faktor eksternal menurut Hirschman bisa disebabkan oleh faktor bencana alam, pengaruh kebudayaan masyarakat lain, peperangan dan perubahan iklim sekalipun bisa berpengaruh. Max Iver Max Iver salah satu ahli sosiologi yang juga angkat bicara tentang perubahan sosial budaya. Dimana sosial budaya diartikan sebagai perubahan sosial yang bersifat kesinambungan dengan hubungan sosial. Max Weber Beda dengan pendapat Max Weber, yang mana perubahan sosial budaya adalah situasi yang terjadi di dalam masyarakat yang diakibatkan oleh ketidaksamaan dengan unsur-unsur yang sudah ada. Gillin Berbeda dengan pendapat Gillin, yang mendefinisikan bahwa perubahan sosial budaya sebagai cara hidup yang dipengaruhi oleh perubahan kondisi kebudayaan material, perubahan kondisi geografis, komposisi penduduk, ideologi dan dank arena dipengaruhi oleh hasil penemuan baru. W. Kornblum Terjadinya perubahan sosial budaya menurut W. Kornblum karena disebabkan oleh perubahan susunan budaya. Baik itu perubahan yang bersifat bertahap ataupun dalam jangka waktu yang lama. Kingsley Davis Dalam buku Human Society, Kingsley Davis mendefinisikan perubahan sosial budaya sebagai perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat. Selo Sumardjan Lebih sederhana, Selo Sumardjan mengatakan bahwa perubahan sosial budaya adalah perubahan di lembaga kemasyarakat. Dari beberapa pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial budaya terjadi karena terjadi perubahan struktur dan terjadinya perubahan fungsi sosial. Ketika perubahan sosial mengalami perubahan, secara otomatis akan mempengaruhi budaya di masyarakat itu sendiri. Faktor perubahan sosial budaya Jika kita sudah memahami apa itu arti perubahan sosial budaya, mungkin ada yang penasaran, faktor apa sih yang mendorong terjadinya perubahan sosial budaya? Sebenarnya di pengertian para ahli sudah disebutkan faktor perubahan sosial, diantaranya sebagai berikut. Adanya penemuan baru Entah disadari atau tidak, dalam kehidupan bermasyarakat, akan mengalami penumpukan berbagai macam budaya. Hal ini disebabkan karena terjadi penemuan baru yang ada di masyarakat. Pengaruh Jumlah Penduduk Seperti yang kita tahu bahwasanya Indonesia salah satu Negara yang memiliki jumlah penduduk yang cukup besar. Nah, faktor perubahan jumlah penduduk inilah yang juga menjadi salah satu faktor perubahan sosial budaya. Pasalnya, pengaruh perubahan jumlah penduduk dapat mempengaruhi perubahan struktur di masyarakat. Munculnya Konflik Dalam hidup bersosial, sudah sewajarnya jika menemukan konflik atau pertentangan. Umumnya, konflik muncul karena disebabkan adanya kemajemukan yang melahirkan berbagai karakter dan sifat. Sehingga timbulah sebuah pertentangan satu dengan yang lain. Lahirnya konflik atau pertentangan inilah yang mendorong sebagian orang mencari problem solving atas masalah yang terjadi. Dengan kata lain, kehadiran konflik satu sisi mendorong untuk melakukan kreativitas dan mendorong seseorang untuk menciptakan alternatif pemenuhan sumber kebutuhan. Terjadi Revolusi Faktor penyebab perubahan sosial budaya yang lain adalah karena terjadi pemberontakan atau revolusi. Nah, untuk kasus ini, umumnya terjadi dari luar masyarakat. Revolusi terbentuk di luar lingkungan alam fisik sekitar masyarakat. Misalnya, karena terjadi bencana alam atau terjadi perang. Keterbukaan Pada Lapisan Masyarakat Faktor penyebab kenapa terjadi perubahan sosial budaya disebabkan karena keterbukaan lapisan masyarakat terhadap perubahan baru. Memang tipe masyarakat seperti ini memberikan dua pengaruh, yaitu keterbukaan dan openmind terhadap hal-hal baru sehingga lebih update. Satu sisi, jika lapisan masyarakat tidak memiliki dasar nasionalisme yang tinggi, budaya lama warisan leluhur kita yang filosofis akan ditinggalkan dan budaya lama akan hilang. Motivasi Berprestasi Terjadinya perubahan sosial budaya bisa juga disebabkan karena lapisan masyarakat memiliki motivasi berprestasi motivasi untuk maju lebih besar. Tentu saja ini hal yang positif yang patut dipertahankan agar terjadi perubahan sosial yang bersifat positif. Karena kunci kesuksesan sebuah Negara adalah kesadaran kolektif untuk berpikiran maju. Sistem Pendidikan Maju Masih membicarakan tentang kemajuan, ternyata ranah pendidikan juga berperan penting dalam perubahan sosial budaya. Semakin tinggi kualitas pendidikan, maka akan melahirkan perspektif dan wawasan peserta didik. Sehingga peserta didik memiliki pemikiran maju, rasional dan analitis. Akulturasi Penyebab terjadinya perubahan sosial budaya yang sering kamu rasakan adalah akulturasi. Akulturasi adalah pertemuan dua kebudayaan dari bangsa yang berbeda dan saling mempengaruhi. Proses akulturasi tidak terjadi begitu saja, tetapi melalui proses yang terjadi secara berkelanjutan, sehingga tidak terasa terjadi perubahan budaya. Asimilasi Selain proses akulturasi ada juga proses asimilasi yaitu paduan dua budaya yang berbeda. Dimana kedua budaya tersebut berkembang secara berangsur-angsur sehingga memunculkan budaya baru. Itulah beberapa faktor penyebab perubahan sosial budaya. Di Indonesia perubahan sosial budaya sangat banyak. Apalagi Indonesia salah satu Negara jajahan dari beberapa Negara yang tiap penjajah masuk ke Indonesia membawa pengaruh dari negaranya masing-masing. Dicontoh bagian bawah nanti akan kita berikan contoh-contohnya. Bentuk perubahasan sosial budaya Ternyata perubahan sosial budaya memiliki beberapa bentuk yang tidak disadari oleh banyak orang. Apa saja sih bentuk-bentuknya. Berikut ulasannya. Evolusi dan Revolusi Saat pemilu, kamu mungkin sudah tidak asing dengar kata evolusi dan revolusi bukan? Nah, berikut perbedaan antara evolusi dan revolusi 1. Evolusi Penggunaan kata evolusi mengacu pada perubahan sosial yang memakan waktu yang lama tanpa ada kehendak dari masyarakat. Terbentuknya revolusi dipengaruhi oleh dorongan masyarakat agar bisa menyesuaikan diri terhadap perkembangan masyarakat yang terjadi waktu itu. 2. Revolusi Sedangkan istilah revolusi lebih tepat digunakan untuk melakukan perubahan secara cepat tanpa direncanakan sebelumnya. Kebalikan dari evolusi, jadi revolusi bisa terjadi karena sudah direncanakan sebelumnya, meskipun demikian, ada juga yang tidak direncanakan. Perubahan yang Direncanakan dan Perubahan yang tidak direncanakan Bentuk perubahan sosial budaya ada dua, yaitu perubahan budaya yang direncanakan dan perubahan budaya yang tidak direncanakan. 1. Perubahan direncanakan Dikatakan sebagai perubahan budaya yang direncanakan karena terjadinya perubahan berdasarkan pada perkiraan yang sudah direncanakan oleh pihak pembuat. Pihak pembuat rencana disebut sebagai agen of change. 2. Perubahan yang tidak direncanakan Sebaliknya, perubahan budaya yang tidak direncanakan terbentuk karena tanpa direncanakan terlebih dahulu. Perubahan yang tidak direncanakan memiliki kecenderungan ditentang oleh masyarakat yang bersangkutan. Perubahan kecil dan besar selain masalah perencanaan dan revolusi ada juga bentuk perubahan sosial yang berupa perubahan kecil dan perubahan besar. 1. Perubahan kecil Terjadinya perubahan kecil lebih sering terjadi pada unsur perubahan sosial yang tidak memiliki pengaruh yang begitu berarti. Contohnya, masalah perubahan fashion, perubahan lifestyle dan masih banyak lagi. 2. Perubahan besar Sebaliknya, perubahan besar akan mendapat pertentangan besar bagi masyarakat. Dikatakan terjadi perubahan besar apabila menyangkut pada unsur-unsur struktur sosial yang memberi pengaruh besar pada masyarakat. Sehingga jika unsur struktur sosial tersebut terlalu berubah drastis, bisa menimbulkan perubahan reaksi dan pertentangan dari masyarakat. Nah, itulah beberapa bentuk perubahan sosial budaya yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Dari ketiga macam bentuk tersebut, apakah kamu juga pernah merasakan perubahan tersebut? jawabannya boleh kamu masukan di kolom komentar di bawah ya. Contoh perubahan sosial budaya Jika di paragraf di atas sudah membahas beberapa hal penting dalam perubahan sosial budaya. Sekarang waktunya masuk ke bab contoh perubahan sosial budaya. Saat membicarakan tentang contoh kasus, memang ada banyak sekali. Diantaranya sebagai berikut. Contoh perubahan sosial budaya yang bersifat besar 20 tahun yang lalu pertanian di Indonesia masih menggunakan cara-cara sederhana dan manual. Mulai dari semai padi, menanam padi, perawatan padi hingga panen padi sekalipun masih menggunakan sederhana. Namun, sekarang sudah tidak lagi. Jika dulu menyemai padi masih disemai di lahan persawahan, sekarang bisa disemai di dalam ruangan dan menggunakan teknologi canggih. Jika dulu menanam padi menggunakan cara manual, ditanam menggunakan tenaga manusia, sekarang sudah bisa menggunakan mesin otomotif. Begitupun saat tiba waktu panen. Tidak lagi dipanen dengan tenaga manusia, tetapi sudah bisa dipanen secara otomatis menggunakan traktor. Kini, dunia pertanian sudah semakin canggih. Tentu saja perubahan budaya ini ada sebagian yang menerima dengan baik dan ada juga yang menolak. Bagi petani desa, terkendala oleh biaya akan menolak cara ini. karena mesin yang digunakan pun harganya mahal. Namun sebagian yang punya uang, lebih memilih cara ini karena lebih cepat proses kerjanya. Contoh perubahan sosial budaya yang bersifat kecil Perubahan yang tidak berpengaruh besar adalah perubahan lifestyle. Contoh yang sering kita temukan adalah perubahan gaya berpakaian. Dulu, masyarakat terbiasa berpakaian tidak berhijab. Sebaliknya, dahulu orang yang berhijab hanya segelintir orang. Kini berubah, hampir sebagian besar sudah menggunakan hijab dalam kehidupan sehari-hari. Karena faktor lingkungan yang tinggi menggunakan hijab inilah yang mendorong orang-orang disekitar kita menggunakan hijab bukan karena kewajiban. Tetapi karena pengaruh lingkungan dan fashion. Meskipun demikian, perubahan sosial budaya seperti ini tidak sampai menimbulkan konflik dan pertentangan besar dalam masyarakat. Contoh perubahan sosial budaya yang dipengaruhi oleh Negara lain Sebagai Negara jajahan yang pernah dijajah oleh bangsa Barat. Ternyata Indonesia juga mengalami perubahan sosial budaya loh. Salah satu pengaruh positifnya adalah Terjadi transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Sehingga Indonesia bisa melek teknologi mutakhir dan terbaru dari Negara-negara barat. Sayangnya, bagi sebagian masyarakat justru terseret pada hal yang kurang baik. Misalnya berpengaruh pada gaya hidup orang-orang barat seperti minum-minuman keras, terpengaruh dalam budaya pergaulan yang tidak mengindahkan sopan santun kepada orang yang lebih tua dan pengaruhi pola hidup. Contoh perubahan sosial Budaya dalam Keagamaan Salah satu contoh perubahan budaya yang berkaitan dengan keagamaan adalah budaya dalam agama islam. Indonesia dikenal sebagai Negara islam yang ternyata juga sudah mengalami akulturasi budaya. Bagi orang islam, tentu saja sudah tidak asing lagi dengan menara bukan? Yap, beberapa masjid pasti ada menara. Kata menara inilah yang ternyata bentuk dari akulturasi budaya. Seperti yang diceritakan oleh Gus Muwafiq tentang asal usul nama menara di setiap masjid. Dahulu sebelum islam diperkenalkan, lelehur kita sudah memiliki keyakinan sendiri. Jadi sebelum Sayidina Ali ke Persia, para leluhur memiliki tuhan dan menyembah Api. Begitu ikut islam, Apinya hilang. Tapi masih ada beberapa yang menyembah api di depan masjid, dan dibangun tiang tinggi untuk api yang disebut manoro. Akhirnya orang Majusi mampu menghilangkan api, dan terbentuklah menara di setiap masjid. Kemudian dicontoh sedunia di setiap masjid dibuat menara. Nah, dari cerita ini menunjukan bahwa terjadi akulturasi sosial budaya bahkan sebelum masa penjajahan masuk di Indonesia. Contoh perubahan sosial budaya pada bangunan Orang Jawa Tengah pastinya sudah tidak asing dengan Masjid Demak bukan? Masjid Demak salah satu masjid tertua di Jawa. Di Yogyakarta juga punya, di sana ada masjid Kotagede, sebagai masjid Mataram Islam pertama kali. Dari segi bangunan, kedua masjid memiliki peleburan budaya dari leluhur kita. Contohnya pada masjid Kotagede, bagian atap tersusun seperti kuil, hindu Asia Selatan. Sedangkan dari pola arsitektur di dunia Islam, di sana juga ada corak Ottoman dari Byzantium, Ada corak India dan Syro-egypto. Bahkan, banyak juga ditemukan bangunan masjid yang dipengaruhi oleh seni bangunan era kerajaan Hindu-Budha. Contoh perubahan sosial budaya kebudayaan jawa lama masa Mataram islam Seperti yang dikutip oleh Fikrah, VOl. I, No. 2, Juli-Desember 2014 ternyata perubahan sosial budaya sudah dilakukan sejak era Mataram Islam. Sultan Agung mengeluarkan kebijakan agar kebudayaan lama Jawa era Hindu-Budha diakulturasikan dengan ajaran-ajaran Islam. Kebijakan Sultan Agung ini menghasilkan akulturasi budaya, sebagai berikut. Grebeg disesuaikan dengan hari besar Islam, yaitu hari raya idul fitri dan Maulid Nabi, yang disebut Grebeg Poso dan Grebeg Mulud. Gamelan Sekaten dibunyikan pada Grebeg Mulud, dipukul di halaman masjid Agung. Tahun Caka baca Saka -peninggalan era HinduBudha- yang berdasarkan perjalanan matahari, tahun Caka pada tahun 1633 M telah menunjukkan tahun 15550 Saka tidak lagi ditambah dengan hitungan matahari, tetapi dengan hitungan yang didasarkan pada perjalanan bulan, sesuai dengan model tahun Hijriyah. Tahun yang baru disusun itu disebut tahun Jawa dan sampai sekarang tetap dipakai. Views 1,927
100% found this document useful 13 votes49K views38 pagesCopyright© Attribution Non-Commercial BY-NCAvailable FormatsDOC, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?100% found this document useful 13 votes49K views38 pagesModul Perubahan Sosial Budaya UMARGIONO, SOSIAL BUDAYA/AKSEL/MTsN-Mlg-1/2008 RENUNGAN UNTUK BERUBAH Ketika aku masih muda dan bebas berkhayal, akubermimpi ingin mengubah duniaSeiring dengan bertambahnya usia dan kearifanku,kudapati bahwa dunia tidak kunjung cita-cita itu pun agak kupersempit,lalu kuputuskan untuk hanya mengubah nampaknya, hasrat itupun tiada hasilnyaKetika usiaku semakin senja,dengan semangatku yang masih tersisa,kuputuskan untuk mengubah keluargaku,orang-orang yang paling dekat denganku. Tetapi celakanya, merekapun tidak mau diubah !Dan kini sementara aku berbaring saat ajal menjelang,tiba-tiba kusadari ” Andaikan yang pertama-tama kuubah adalah dengan menjadikan diriku sebagai panutan,mungkin aku bisa mengubah berkat inspirasi dan dorongan mereka,bisa jadi akupun mampu memperbaiki siapa tahu, aku bahkan bisa mengubahdunia !” PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA DALAM MASYARAKAT Masyarakat dalam kehidupannya pasti mengalami yang terjadi bukan hanya menuju ke arah kemajuan, tetapidapat juga menuju ke arah kemunduran. Terkadang perubahan-perubahan yang terjadi berlangsung dengan cepat, sehinggamembingungkan dan menimbulkan ”kejutan budaya” bagi itu dapat terjadi di berbagai aspek kehidupan, sepertiperalatan dan perlengkapan hidup, mata pencaharian, sistemkemasyarakatan, bahasa, kesenian, sistem pengetahuan, sertareligi/keyakinan. 1. Peralatan dan perlengkapan hidup mencakup pakaian, perumahan,alat-alat rumah tangga, senjata, alat produksi, dan contoh, pada zaman nenek moyang kita memasak makanandengan cara membakarnya, sekarang di zaman modern memasakmakanan menggunakan alat modern seperti oven atau membelimakanan yang pencaharian dan sistem ekonomi meliputi pertanian,peternakan, dan sistem produksi. Sebagai contoh, kaum laki-lakibekerja dengan cara berburu atau pekerjaan lainnya, sedangkankaum perempuan tinggal di rumah mengurus rumah tangga danmengasuh anak. Sekarang kaum perempuan dapat juga bekerja danmata pencaharian untuk kaum laki-laki tidak hanya berburu saja,tetapi sudah beragam kemasyarakatan mencakup sistem kekerabatan, organisasipolitik, sistem hukum, dan sistem perkawinan. Sebagai contohnya,pada masa kehidupan belum begitu kompleks orang-orang yang adaikatan darah atau keluarga selalu hidup bersama dalam satu ini ikatan masyarakat tidak hanya berdasarkan hubungankekerabatan, tetapi juga karena profesi, dan hobi yang sama sepertiikatan motor gede MOGE, orari radio amatir. dahulu disampaikan secara lisan. Sekarang bahasa dapatdisampaikan melalui beragam media, seperti tulisan, sandi, mencakup seni rupa, seni suara, dan seni tari. Sebagaicontoh, orang Jawa menganggap bahwa sebuah rumah yang indahUMARGIONO, SOSIAL BUDAYA/AKSEL/MTsN-Mlg-1/2008 jika bernuansa gelap, sekarang masyarakat Jawa banyak menyukairumah yang bernuansa terang ataupun pengetahuan berkaitan dengan teknologi. Dahulu kala sistempengetahuan hanya berpedoman pada alam atau peristiwa ini sistem pengetahuan terus berkembang seiringberkembangnya atau sistem kepercayaan dahulu kala berwujud sistemkeyakinan dan gagasan tentang dewa, roh halus, dan karena itu, segala kegiatan manusia dikaitkan dengankepercayaan berdasarkan getaran jiwa. Namun, sekarang aktivitasmanusia banyak yang dikaitkan dengan akal dan di berbagai bidang sering disebut sebagai perubahansosial dan perubahan budaya karena proses berlangsungnya dapat terjadisecara bersamaan. Meskipun demikian perubahan sosial dan budayasebenarnya terdapat perbedaan. Ada yang berpendapat bahwaperubahan sosial dapat diartikan sebagai sebuah transformasi budayadan institusi sosial yang merupakan hasil dari proses yang berlangsungterus-menerus dan memberikan kesan positif atau negatif. Perubahansosial juga diartikan sebagai perubahan fungsi kebudayaan dan perilakumanusia dalam masyarakat dari keadaan tertentu ke keadaan banyak pendapat tentang definisi perubahan sosial yangdisampaikan oleh beberapa sosiolog. A. Definisi Perubahan Sosial dan Budaya Berikut ini beberapa ilmuwan yang mengungkapkan tentangdefinisi dan batasan perubahan sosial. NoTokohPendapat Tentang Perubahan Sosial 1 Gillin dan GillinSuatu variasi dari cara-cara hidup yang telahditerima, baik karena perubahan kondisigeografis, kebudayaan, dinamika dan komposisipenduduk, ideologi, ataupun karena adanyapenemuan-penemuan baru di dalam masyarakat 2 Samuel KoenigModifikasi-modifikasi yang terjadi dalam pola-polakehidupan manusia, yang terjadi karena sebabintern atau ekstern 3 Selo Segala perubahan pada lembaga-lembagaUMARGIONO, SOSIAL BUDAYA/AKSEL/MTsN-Mlg-1/2008
Perubahan sosial budaya masyarakat selalu terjadi setiap saat, sejalan dengan perkembangan, kemajuan serta perubahan masyarakat itu sendiri, fenomena yang terjadi dalam masyarakat dengan adanya perubahan sosial budaya sebagai akibat pengaruh kebudayaan akan timbul gejolak, riak kecil dalam masyarakat. Dalam menanggapi perubahan tersebut sebagian masyarakat dapat menerima sepenuhnya, ada yang menerima dengan seperuh hati dan bahkan ada pula yang menolaknya. Sejalan dengan perubahan tersebut diatas masyarakat mempunyai gaya dan cara-cara penerimaan perubahan itu sebagai proses pergeseran pandangan nilai sosial budaya dalam masyarakat yang berjalan secara evoluasi. Penulisan ini tidak mengklarifikasi golongan mana yang salah dan mana yang benar dalam menerima pengaruh sosial budaya tersebut. Tetapi hanya melihat bahwa perbedaan pandangan itu ada dan pasti terjadi setiap periode karena pengaruh budaya. Dengan mengetahuai cara penerimaan dan penanaman pengaruh tersebut kita masing-masing dapat menyesuaikan diri sesuai peranan dan kedudukan kita masing-masing dalam masyarakat, guna menciptakan iklim yang kondusip sejalan dengan perkembangan adat istiadat, budaya serta aturan yang berlaku dalam masyarakat dengan berpedoman Dimana bumi dipinjak disitu langit dijunjung. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free PERGESERAN PANDANGAN TERHADAP NILAI SOSIAL BUDAYA DALAM MASYARAKAT SEBAGAI AKIBAT PENGARUH KEBUDAYAAN KOESNO WARDOJO PENDIDIKAN EKONOMI IKIP PGRI Madiun Asbtrak Perubahan sosial budaya masyarakat selalu terjadi setiap saat, sejalan dengan perkembangan, kemajuan serta perubahan masyarakat itu sendiri, fenomena yang terjadi dalam masyarakat dengan adanya perubahan sosial budaya sebagai akibat pengaruh kebudayaan akan timbul gejolak, riak kecil dalam masyarakat. Dalam menanggapi perubahan tersebut sebagian masyarakat dapat menerima sepenuhnya, ada yang menerima dengan seperuh hati dan bahkan ada pula yang menolaknya. Sejalan dengan perubahan tersebut diatas masyarakat mempunyai gaya dan cara-cara penerimaan perubahan itu sebagai proses pergeseran pandangan nilai sosial budaya dalam masyarakat yang berjalan secara evoluasi. Penulisan ini tidak mengklarifikasi golongan mana yang salah dan mana yang benar dalam menerima pengaruh sosial budaya tersebut. Tetapi hanya melihat bahwa perbedaan pandangan itu ada dan pasti terjadi setiap periode karena pengaruh budaya. Dengan mengetahuai cara penerimaan dan penanaman pengaruh tersebut kita masing-masing dapat menyesuaikan diri sesuai peranan dan kedudukan kita masing-masing dalam masyarakat, guna menciptakan iklim yang kondusip sejalan dengan perkembangan adat istiadat, budaya serta aturan yang berlaku dalam masyarakat dengan berpedoman Dimana bumi dipinjak disitu langit dijunjung. Kata Kunci Pergeseran nilai budaya, bumi dipinjak langit dijunjung A. Pendahuluan Kebinekaan budaya dalam masyarakat Indonesia menunjukkan bahwa perbedaan pandangan hidup dalam masyarakat yang merupakan budaya itu ada. Perbedaan ini dari sumber nenek moyang kita Koentjaraningrat,1997/4 berasal dari bangsa Austro Melanesoid, golongan ini menduduki daerah Indonesia bagian timur. Seperti kita ketahui masyarakat Indonesia bagian timur yang ada sekarang mempunyai postur tubuh, warna kulit yang berbeda dengan masyarakat di Indonesia barat yang mempunyai ciri-ciri Paleo Mongoloid dari Asia timur. Dari nenek moyang kita sudah ada perbedaan dari asalnya maka perbedaan-perbedaan itu diwarisi oleh anak keturunannya yang menempati wilayah Indonesia yang sekarang. Nenek moyang kita tersebut sejalan perkembangan masyarakat menyebar keseluruh wilayah sehingga tercipta masyarakat berbudaya yang berbeda. Penyebaran penduduk migrasi ini menurut M . Munandar Soelaeman 1989/115 dapat terjadi secara cepat maupun secara lambat sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama. Penyebaran/ perpindahan penduduk ini terus berjalan dengan adanya dua faktor meliputi faktor pendorong dan faktor penarik. Faktor pendorong berasal dari daerah asal dan faktor penariknya berasal dari daerah yang dituju. Faktor tersebut pada umumnya alasan ekonomi, politik, adat istiadat yang berbeda, serta dapat pula bencana alam. Dalam perjalanan hidup selanjutnya masyarakat Indonesia yang berasal dari 2 dua nenek moyang yang berbeda tersebut tetap mempertahankan adat istiadatnya yang telah dijalankan secara turun temurun. Sebaran penduduk wilayah Indonesia tempo dulu yang terdiri dari beribu-ribu pulau berjalan dengan lambat serta memakan waktu yang cukup lama, perpindahan secara indivisdu maupun secara massal selalu terjadi. Integrasi dengan penduduk setempat dapat pula dilaksanakan, sehingga timbul dan tercipta sifat, karakter, adat istiadat yang bercampur antara satu dengan lainnya serta dibentuk oleh alam dan lingkungan yang berbeda menimbulkan dan melahirkan suku-suku adat istiadat yang berbeda antara satu kelompok dengan kelompok lain, maka timbullah suku-suku yang berada dalam suatu wilayah tertentu. Sebaran penduduk secara massal mengakibatkan terciptanya pola kelompok dan golongan yang sama adat istiadat merupakan ikatan untuk tergabung menjadi satu kelompok atau golongan, menempati suatu daerah tertentu. Pola kelompok, golongan adat istiadat yang sama menjadi faktor memper kokoh dan merupakan ikatan kebersamaan untuk membentuk suatu kelompok dengan identitas yang berbeda dengan kelompok lain, merupakan salah satu faktor pendorong terciptanya suku-suku bangsa. Pengelompokkan atas dasar suku ini pada dasarnya, untuk mempermudah mencari sokongan atau dukungan serta keamanan dan kenyamanan dalam hidupnya. Kebiasaan dan adat istiadat yang telah dilaksanakan secara turun temurun dan tidak akan hilang bersamaan dengan hilangnya generasi itu, tetapi tetap berjalan sejalan dengan pengaruh budaya yang baru, yang mampu menggeser budaya lama tersebut. Keadaan geografi wilayah Indonesia mempunyai perbedaan antara daerah satu dengan daerah lainnya. Kehidupan manusia sebagai makhluk sosial ditentukan oleh alam N. Daldjoeni 1997/17 masyarakat yang merupakan kumpulan manusia yang mempunyai adat istiadat tertentu berbeda dengan binatang kehidupannya ditentukan oleh alam. Manusia hanya dapat mempengaruhi alam guna memudahkan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sifatnya hanya mempengaruhi saja tetapi tidak menentukan, sehingga keadaan alam sangat mempengaruhi pola, gaya, sikap, dan perilaku masyarakat dalam berinteraksi sosial untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal ini mengakibatkan dalam satu suku mempunyai karakter dan sifat serta adat istiadat yang berbeda suku Jawa misalnya ada Jawa pesisir utara Tegal, Pekalongan yang mempunyai dialek bahasa yang berbeda dengan suku Jawa pedalaman wilayah Solo, dan Jogya. Demikian pula masyarakat Batak di Sumatra utara Koentjaraningrat 1997/108 terdiri banyak suku bahkan setiap suku terdiri dari pada beberapa marga, suku Dayak di Kalimantan dan masyarakat yang berdomisili lain dalam wilayah Indonesia . Perbedaan kebiasaan, adat istiadat dan sikap perilaku budaya menunjukkan identitas tersendiri bagi masyarakat itu, sehingga dapat menimbulkan panatisme terhadap sukunya. “Bahasa menunjukkan bangsa”. Tujuan lain yang memberikan gambaran pembagian masyarakat yang dapat dikatakan perbedaan. Penggolongan masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan. Masyarakat pedesaan Munandar Soelaeman 1989/72 yang merupakan suatu persekutuan hidup dan karakter sosial dengan prinsip meliputi - Adanya hubungan kekerabatan Pada umumnya masyarakat pedesaan terikat hubungan kerabat, sanak saudara dari satu keturunan keluarga dan mungkin juga terjadi mereka dari satu nenek moyang keturunan mereka. Dengan adanya satu keturunan mereka mempuyai hubungan kekerabatan yang lebih erat. - Adanya kedekatan tinggal. Masyarakat pedesaan yang menempati satu wilayah umumnya mempunyai jarak yang cukup jauh dari wilayah pedesaan lain, sehingga dalam satu desa itu mereka pada umumnya bersama – sama menempati wilayah desa itu. Disamping itu perkembangan dan pembentukan keluarga pada umumnya diarahkan untuk menempati tempat yang berdekatan dengan tempat tinggal orang tua mereka dalam satu wilayah desa. Ketergantungan mereka terhadap alam kusunya tanah yang merupakan sumber hidup mereka juga merupakan faktor pengikat mereka. Masyarakat perkotaan yang merupakan masyarakat heterogeen, yang umumnya disebut masyarakat urban, mereka umumnya terdiri dari beberapa pendatang yang dapat meliputi berbagai asal daerah, etnis, suku, agama yang berbeda. Dalam masyarakat perkotaan itu sendiri sudah terjadi perbedaan adat istiadat dan perilaku, serta pandangan budaya. Dalam tinjaun masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan sudah pula terjadi adanya perbedaan diantara mereka. Dalam kehidupan bermasyarakat selanjutnya dengan adanya mobilitas sosial dan interaksi sosial dalam masyarakat akan terjadi, gesekan, singgugan budaya diantara mereka yang dapat mempengaruhi sikap mental dan perilaku mereka. B. Pergeseran Pandangan Terhadap Sosial Budaya Dalam Masyarakat Sebagai Akibat Pengaruh Kebudayaan Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya bahwa, nenek moyang kita berasal dari dua induk bangsa yang berbeda dapat saling pengaruh mempengaruhi ataupun mendapat pengaruh dari kebudayaan lain. Dalam menerima pengaruh tersebut sangat dipengaruhi oleh masyarakat yang menerima dan tata cara mempengaruhi masyarakat yang berkepentingan menanamkan pengaruh meliputi 1. Pengaruh Hindu Budha Penanaman pengaruh Hindu. Budha dalam masyarakat menurut Koentjaraningrat 1997/21 terjadi di Jawa umumnya, sebagian Sumatra dan Kalimantan. Masyarakat Jawa khususnya di pedalaman pengaruh Hindu. Budha dikalangan petani dapat menerima tanpa gejolak yang berarti, timbul pusat pemerintahan kerajaan yang berkembang dengan baik, sampai sekarang masihdirasakan adat istiadat tersebut dalam masyarakat pedalaman. 2. Pengaruh Kebudayaan Islam Datnganya pengaruh Islam dalam masyarakat terutama di daerah pesisir yang merupakan daerah perdagangan. Pengaruh Islam di Jawa dengan peran wali songo berjalan lancar. Terjadinya benturan, dan gejolak dalam masyarakat yang kuat terjadi saat pengalihan pusat pemerintahan dari Majapahit ke Demak sebagai pusat siar Islam di Jawa. Kalangan kerajaan Majapahit menganggap runtuhnya kerajaan Majapahit di anggap merupakan tamatnya riwayat kejayaan dunia Majapahit, diwujutkan dengan candra sangkala “Sirna ilang kertaning bumi” yang berarti hilangnya kejayaan bumi Majapahit tahun 1478. Masyarakat Hindu Budha yang tidak dapat menerima pengaruh Islam, mereka menyingkir secara massal membentuk kelompok sendiri menyeberang kepulau Bali, sedangkan yang bertahan membentuk masyarakat Tengger . Pengaruh kebudayaan Islam terhadap Hindu Budha bagi masyarakat yang mau menerima secara perlahan memadukan budaya Hindu Budha dengan budaya Islam. Pandangan masyarakat bergeser dari budaya Hindu. Budha kearah nuansa Islam, tidak serta merta, tetapi terjadi secara perlahan. Masyarakat Jawa yang telah mempunyai kebudayaan yang tinggi, antara lain huruf, hari Jawa Pon, Wage, Kliwon, Legi dan Pahing masih tetap digunakan bahkan dipadukan dengan hari Islam Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum;at, Sabtu dan Minggu berjalan dengan baik. Bahkan Sultan Agung dari Matarm mengadakan perubahan Tarikh Saka Jawa yang sebelumnya berdasarkan peredaran matahari disesuaikan menjadi Tarikh Jawa Islam yang mendasarkan pada peredaran bulan. Perhitungan tahun sakta Jawa yang berasal dari kebudayaan Hindu berdasarkan matahari tahun 0 nol sama dengan tahun 78 tahun Masehi yang juga berdasarkan pedoman matahari. Pada tahun 1633 Masehi sama dengan tahun sakka Jawa 1555 dan tahun 1555 Sakka Jawa tersebut ditetapkan menjadi tahun 1555 Jawa Islam dengan menggunakan dasar perhitungan perhitungan peredaran bulan pada Jum’at legi 1. Suro Tahun 1555 dengan Candra Sangkala Buto Siyung Tata Jalma Sejarah Kabupaten Madiun 1980/76 pengaruh budaya Islam berjalan beriringan dengan budaya Jawa, pergeseran pandangan ini berjalan secara pelahan. 3. Pengaruh Budaya Penjajahan. Masyarakat Indonesia yang merupakan masyarakat jajahan Belanda selama 350 tahun dan Jepang 3,5 tahun yang mempunyai sifat karakter dan adat istiadat sendiri juga turut memberikan andil untuk mempengaruhi pandangan nilai sosial budaya yang berlaku pada masyarakat waktu itu, serta sebagian masih dijalankan pada masa sekarang. Pandangan terhadap pendidikan secara umum yang pada tempo dulu dititik beratkan pada pendidikan agama dan dilakukan di Langgar Pondok-pondok yang sifatnya tidak formal, pada zaman Belanda pendidikan dilaksanakan secara formal di sekolah-sekolah dan berjenjang. 4. Pandangan Hidup Masyarakat Indonesia. Setelah merdeka adalah Pancasila, UUD 1945 yang berasaskan kekeluargaan dan gotong Royong, segingga, sehingga segala tata kehidupan masyarakat, pemerintahan dan kenegaraan selalu berdasarkan pandangan hidup tersebut. Dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia bagi masyarakat yang berbeda pandangan dengan dasar filasafat Negara RI berusaha memberontak, antara lain Kartosuwirdjo, Kaharmuzakar, dan lain-lain bahkan terjadi peristiwa gerakan 30 September 1965 yang berhaluan Komunis. Dengan gagalnya pemberontakan itu ditandai dengan 1 Oktober sebagai hari Kesaktian Pancasila. Terjadinya refotmasi Tahun 1998 dari orde baru ke orde reformasi pandangan nilai sosial budaya masyarakat mengalami perubahan, baik pemerintahan dan ketata negaraan mengalami reformasi golongan masyarakat yang merasa dirugikan dengan adanya reformasi menuding kaum reformasi adalah golongan anti kemapanan. Demikian selanjutnya dengan pemerintahan yang bersiafat otonomi daerah menggeser pemerintahan yang bersifat sentralisasasi menjadi pemerintah yang bersifat desentralisasi. 5. Pengaruh ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat cepat, khususnya teknologi informasi. Perubahan teknologi informasi dapat menembus segala lapisan masyarakat, menembus jarak dan waktu serta medan tanpa batas. Segala kejadian dalam masyarakat dalam waktu yang bersamaan dapat diketahui lewat jaringan-jaringan komunikasi, sehingga peristiwa dan, kejadian-kejadian tersebut dapat mempengaruhi pola fikir masyarakat. Informasi penculikan yang terjadi di masyarakat merobah sikap perilaku sebagian masyarakat, yang tempo dulu percaya kepada setiap orang di lingkungannya, dengan melihat kejadian tersebut berubah menjadi curiga, tidak percaya kepada sesama, prinsip hati-hati lebih tekankan. Amuk massa, bentrok antara warga memaksakan kehendak lewat kekerasan demo yang anarkhis, yang dilihat lewat jaringan informasi. Pemaksaan kehendak tidak hanya terjadi dikalangan masyarakat bawa tetapi juga terjadi dikalangan elit antara lain anggota DPR, mahasiswa sebagai masyarakat intelek yang harus mengedepankan, pemikiran sistimatis, kreatif ilmiah dan kritis juga dapat bertindak kurang tepat karena pengaruh pihak lain lewat jaringan informasi. C. Penutup Keaneka ragaman budaya dalam masyarakat timbul karena adanya perbedaan adat istiadat, sikap perilaku, tata krama yang berlaku berbeda dalam masyarakat. Karena perbedaan tersebut terjadi saling pengaruh mempengaruhi diantara masyarakat. Mempengaruhi pihak lain diharapkan tidak dengan memaksakan kehendak yang mengakibatkan timbulnya kekerasan. Perubahan dan pergeseran pandangan nilai sosial budaya itu selalu terjadi, setiap saat karena pengaruh bertujuan untuk perbaikan keadaan berikutnya. Kecemburuan sosial cemburu terhadap lingkungan sekitar tidak perlu terjadi tetapi dengan mengedapankan prinsip hati-hati dan waspada. Dikalangan intelektual tumbuhkan rasa kebersamaan, dan mengedepankan musyawarah untuk mufakat dalam menyelesaikan perbedaan Daftar Pustaka Daldjoeni1997 Dasar-dasar Ilmu Pengetahuan, Sosial Alumni Bandung Koentjaraningrat 1997 Manusia dan Kebudayaan di Indonesia Jambatan Jakarta Sejarah Kabupaten Madiun 1980 Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Madiun Munandar Soelaeman 1989 Ilmu Sosial Dasar Refika Aditama Bandung Naskah Undang-undang Dasar 1945 dan Amandemen I,II,III,IV Pustaka Agung Harapan Surabaya Soerjono Soekanto 1990 Sosiologi Suatu Pengantar Raja Grafindo Persada Jakarta ... Pergeseran budaya pada masyarakat terjadi setiap saat, hal tersebut sejalan dengan perkembangan zaman dan perubahan yang selalu terjadi. Fenomena perubahan sosial budaya dalam masyarakat akan memicu gejolak, riak kecil dalam masyarakat Wardojo, 2013. Perubahan yang terjadi pada kesenian Cilokaq perlu diperhatikan agar kesenian tersebut tidak hilang dan tetap terjaga. ...Cilokaq is a traditional musical art of Sasak Tribe, which features several verses of songs with instruments such as gongs, drums, flutes, and gambus. The making of Cilokaq musical instrument uses plants that are obtained from nature, and this plant utilization should be well documented in order to assure the preservation of cultural heritage and also the plant resources contained in it. The purpose of this research is to identify the species of plants used in t Cilokaq musical instruments and to explore aspects of plant utilization and other ethnobotanical aspects of Cilokaq on Lombok Island. This research used qualitative and quantitative data collected through observations, interviews, documentation, and literatures study. Index of Cultural Significance ICS value was used to predict the importance value of each species involved in Cilokaq instruments. Informants were determined using snowball sampling technique. As a result, there were eight plants species categorized in 5 families used in making Cilokaq instruments, while there were 6 species belongs to 5 families used as offerings andang-andang. Rotan Calamus sp. had the highest value of ICS 80, while Areca catechu, Gossypium herbaceum, Oryza sativa, Capsicum annuum, and Piper betle had the lowest value 8. Plants such as Ficus fistulosa, Calamus sp., and Schizotachyum blumei are species that begin to be difficult to find so that conservation action are needed in order to preserve the Cilokaq traditional art and plants species involved in Suatu Pengantar Raja Grafindo Persada JakartaSoerjono SoekantoSoerjono Soekanto 1990 Sosiologi Suatu Pengantar Raja Grafindo Persada Jakarta
perilaku kritis adanya pengaruh perubahan sosial budaya